KATA LOGIKA - Sebuah perusahaan dibidang rambut palsu (wig), PT Hair Star Indonesia (HSI), diduga palsukan dokumen pinjaman ke beberapa bank. Hingga total kerugian Rp 1 triliun.
Sejak 2016, perusahaan rambut palsu, HSI di Sidoarjo, Jawa Timur, mengajukan kredit modal kerja. Namun berujung dengan kredit macet hingga Rp 1 triliun.
Salah satu bank, OCBC NISP melaporkan dugaan pemalsuan dokumen dilakukan PT HSI pada pihak Kepolisian.
Baca Juga: Suporter Sidang Ijazah Palsu Jokowi Mulai Stres dan Gila
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa Bareskrim Polri masih mendalami laporan dugaan tindak pidana pemalsuan.
Bareskrim Polri tengah mengumpulkan dokumen yang terkait dengan kredit bank yang dikeluarkan Bank OCBC..
Bank OCBC NISP melaporkan direksi, komisaris, dan pemegang saham PT HMU dan PT HSI ke Bareskrim Polri, No:LP/B/0011/I/2023/SPKT/Bareskrim Polri.
Tim Kuasa Hukum Bank OCBC NISP Hasbi Setiawan, PT HSI telah merugikan Bank OCBC NISP berupa kredit macet senilai Rp232 miliar dan total sekitar Rp1 triliun di beberapa bank lainnya. ***
Artikel Terkait
Inggris Bakal Pamer Tangan Palsu yang Diciptakan 3.500 Tahun Lalu
Panitia Formula E Sudah Ingatkan Tiket Palsu, Resiko pada Masyarakat, Netizen: Enak Nonton Di Rumah
DPR Ingatkan Ingatkan Peruri Buat Kebijakan Tindaklanjuti Kasus Cukai Palsu
Ada FPI Asli dan FPI Palsu, Netizen: Mirip Barang dari China Aja..
DPR Ingatkan Direktorat Jendral Bea Cukai Untuk Antisipasi Cukai Palsu
Tifauzia Tyassuma alias Tifa Gunakan Gelar Doktor Palsu