• Kamis, 6 Oktober 2022

1 Tahun Berdiri, GoTo Rugi Rp 21,4 T

- Selasa, 31 Mei 2022 | 07:06 WIB
Sejak berdiri Mei 2021, GoTo awalnya diharapkan menjadi duet unicorn asal Indonesia dengan nilai aset 1 milyar dollar. (GoTo)
Sejak berdiri Mei 2021, GoTo awalnya diharapkan menjadi duet unicorn asal Indonesia dengan nilai aset 1 milyar dollar. (GoTo)

 

KATA LOGIKA - GoTo mencatat kerugian Rp21,4 triliun atau 1,47 miliar dollar. Perusahaan gabungan Gojek dan Tokopedia, mengalami kerugian yang parah.

Sejak berdiri Mei 2021, GoTo awalnya diharapkan menjadi duet unicorn asal Indonesia dengan nilai aset 1 milyar dollar. Namun nyatanya, kerugian melampaui nilai yang mereka investasikan.

Kerugian GoTo memancing banyak spekulasi. Saham entitas GoTo remuk karena kehilangan momentum. Analis menyebut merger Gojek dan Tokopedia tidak menghasilkan harmonisasi di tingkat operasional.

Baca Juga: Mochtar Riady dan Yenny Wahid Masuk dalam Pemegang Saham Wir Asia

Kerugian GoTo memang mengejutkan. Pengelolaan aset tidak profesional, tanpa mitigasi risiko. Seperti atap tribun penonton Formula E, yang ambruk diguyur hujan.

Pada Tahun 2020, GoTo mencatat kerugian Rp14,2 triliun. Tahun 2021, rugi Rp1,8 triliun, dan di tiga bulan pertama tahun 2022, rugi mencapai Rp6,5 triliun.

Dikutip asia.nekkei.com disebutkan; Chief Financial Officer (CFO) GoTo Group Jacky Lo mengatakan sebenarnya pertumbuhan solid sudah tercapai pada tahun 2021.

Baca Juga: Saham SenseTime Group Alami Lonjakan Hingga 23 Persen

Halaman:

Editor: Ade Kurniawan

Sumber: asia.nikkei.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BRIN Kembali Menggelar IEMS 2022

Sabtu, 11 Juni 2022 | 05:42 WIB

1 Tahun Berdiri, GoTo Rugi Rp 21,4 T

Selasa, 31 Mei 2022 | 07:06 WIB

Hari Ini, Lonjakan Suku Bunga Rupiah Melemah

Kamis, 28 April 2022 | 15:02 WIB
X