• Rabu, 29 Juni 2022

Anis Ingatkan Pentingnya Memahami Secara Ilmiah tentang Penyembelihan Kurban Sesuai Syariat Islam

- Selasa, 21 Juni 2022 | 17:21 WIB
Anggota DPR RI, Anis Byarwati
Anggota DPR RI, Anis Byarwati

KATA LOGIKA - Menjelang persiapan Idul Adha 1443H, Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta Timur, Anis Byarwati menghadiri acara Edukasi dan Pelatihan Sembelih Halal yang diselenggarakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM Mahatma bekerjasama dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Juru Sembeli Halal (JULEHA) Jakarta Timur, di Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur (19/06/2022).

Dalam sambutannya, di hadapan 100 peserta dan panitia yang merupakan para pengurus masjid dan mushola se kecamatan Pondok Ranggon, Anis menjelaskan pentingnya para JULEHA memahami alasan menyembelih hewan secara Syariat Islam dari sisi ilmiah, yang dikutip melalui sebuah penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan di Hannover University, Jerman.

Penelitian tersebut dilakukan untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syariat Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?

Baca Juga: Salah Besar, Lupa Bawa SIM Polisi Tidak Bisa Tilang Sepeda Motor

Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis. Sedangkan pada Metode Barat mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

Dalam kesempatan yang sama, Anis yang juga merupakan Anggota Komisi XI DPR RI, secara detail menjelaskan bahwa hasil dari penelitian ilmiah tersebut membuktikan penyembelihan secara syariat Islam ternyata lebih ‘berperikehewanan’. Apalagi ditambah dengan anjuran untuk menajamkan pisau agar hewan sembelihan tidak merasa sakit.

Anis mengatakan dari hasil penelitian, "Pisau tajam yang mengiris leher, ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Melainkan hanya sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja, yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras", jelasnya.

Baca Juga: Lima Badan PBB Serukan Perpanjangan Bantuan Suriah

Lebih lanjut Ketua DPP PKS bidang Ekonomi dan Keuangan itu juga menyampaikan kembali pentingnya kaum muslimin memahami syariat menyembelih hewan qurban, tidak hanya dari sisi fiqih, namun juga secara ilmiah.

Halaman:

Editor: Alibas

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mariano Diaz Pengin Tinggalin Real Madrid

Rabu, 29 Juni 2022 | 06:10 WIB

PKS Minta Pemerintah Hitung Ulang Anggaran IKN

Selasa, 14 Juni 2022 | 18:47 WIB
X