• Rabu, 5 Oktober 2022

Rokok Elektronik Jadi Ancaman Baru di Masyarakat

- Kamis, 21 Juli 2022 | 23:12 WIB
Ancaman rokok elektronik sebabkan stroke pada anak muda (IG sahabat.rokok)
Ancaman rokok elektronik sebabkan stroke pada anak muda (IG sahabat.rokok)

KATA LOGIKA - Indonesian Youth Council for Tobacco Control (IYCTC), memandang 43 organisasi kaum muda dari 29 kota/kabupaten di Indonesia, membentuk Youth Led Activity sebagai upaya pelibatan kaum muda yang bermakna dalam mengkaji elektronik dan mendesak pemerintah untuk membuat regulasi yang tegas untuk mengatur rokok elektronik sebagai upaya mencegah peningkatan korban ganda produk baru bisnis adiktif.

Belum selesai dunia menghadapi ancaman epidemi tembakau rokok konvensional, kini ancaman baru yaitu rokok elektronik sebagai produk baru tembakau tembakau telah hadir di masyarakat.

Di Indonesia berdasarkan data Global Adult Tobacco Survey (2021) jumlah pengguna rokok elektronik usia 15 tahun ke atas meningkat dari 0,3% (480 ribu) pada tahun 2011 menjadi 3,0% (6,6 juta) pada tahun 2021 dan sebanyak 2.8 % adalah usia muda dan berprofesi sebagai pelajar.

Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu terjadinya pengguna rokok elektronik. Diantaranya adalah gencarnya iklan rokok elektronik khususnya di media sosial dan kemudahan membeli rokok elektronik, baik di kedai rokok elektronik, mall, minimarket, hingga penjualan secara berani.

Baca Juga: Rizal Ramli Tuduh Cokro TV Islamophobia, Imam Masjid Istiqlal: Waspada Fitnah

Selain itu, narasi yang dibuat produsen bahwa rokok elektronik membantu berhenti merokok dan jauh lebih sehat dibandingkan dengan rokok konvensional, menggoda orang, termasuk remaja, untuk mencoba mengonsumsi rokok elektronik

Padahal, menurut Oktavian Denta Eko Antoro atau yang disapa Denta, Departemen Penelitian dan Pengembangan IYCTC, rokok elektronik tidak aman dari rokok konvensional karena keduanya memiliki dampak buruk bagi kesehatan dan juga mengancam lingkungan.

“Bahkan rokok elektronik juga menjadi barang yang digunakan untuk melengkapi rokok konvensional sehingga muncul pengguna ganda (dual user)” tambah Denta.

Baca Juga: Sambut Komunitas UMKM Jaktim di Gedung DPR, Anis Tegaskan Komitmen Untuk Membantu UMKM

Jordan Vegard Ahar, tim studi kasus Youth Led Activity IYCTC juga menambahkan bahwa berdasarkan hasil studi kasus dilapangan menunjukkan bahwa responden yang berusia di bawah 18 tahun sebagian besar dilarang dan tidak mendapat izin dari orang tua untuk menggunakan rokok elektronik sehingga membeli dan mengonsumsinya secara sembunyi-sembunyi. dan atau diluar rumah.

Halaman:

Editor: Alibas

Tags

Artikel Terkait

Terkini

AC Milan Berpeluang Dapatin Ronaldo

Kamis, 29 September 2022 | 09:57 WIB

Ogah Sahkan RUU Perampasan Aset, Publik: DPR Sontoloyo

Jumat, 23 September 2022 | 02:22 WIB

Rektor Ibnu Chaldun Musni Umar Sebar Hoax, Again

Selasa, 20 September 2022 | 18:56 WIB
X