• Kamis, 6 Oktober 2022

Usai Sita Tanah, Israel Cabut Pohon Zaitun di Hebron

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 16:55 WIB
Tentara Israel berjalan melewati pohon zaitun yang ditebang di tanah milik pengunjuk rasa Palestina (tidak terlihat) dari desa al-Sawiyah di selatan kota Nablus di Tepi Barat yang diduduki, pada 2 Mei 2020 [JAAFAR ASHTIYEH/AFP
Tentara Israel berjalan melewati pohon zaitun yang ditebang di tanah milik pengunjuk rasa Palestina (tidak terlihat) dari desa al-Sawiyah di selatan kota Nablus di Tepi Barat yang diduduki, pada 2 Mei 2020 [JAAFAR ASHTIYEH/AFP

KATA LOGIKA - Otoritas pendudukan Israel hari ini memulai proses penyitaan tanah dan pohon zaitun milik warga Palestina di selatan Tepi Barat yang diduduki.

Suleiman Jaafreh, seorang penduduk kota Tarqumiyah, yang terletak di barat laut Hebron, mengatakan kepada Wafa bahwa buldoser tentara Israel menghancurkan 12 dunam (3 hektar) tanah milik Mohammad Jaafreh dan mencabut puluhan pohon zaitun yang ditanam lebih dari lima tahun lalu.

Pohon zaitun adalah simbol keterikatan Palestina dengan tanah mereka. Tahan kekeringan, tumbuh di bawah kondisi tanah yang buruk, dan hidup serta menghasilkan buah selama ribuan tahun, pohon-pohon tersebut mewakili perlawanan dan ketahanan Palestina dalam menghadapi pendudukan Israel.

Baca Juga: Jelang HUT RI, Bupati Herdiat Dukung Gerakan Nasional Pemberian 10 Juta Bendera Merah Putih

Sementara itu, kepala Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman, Hasan Breijieh, mengatakan perintah pembongkaran telah dikeluarkan oleh otoritas Israel kepada penduduk desa terdekat Sair, untuk memperluas jalan yang digunakan oleh pemukim ilegal.

Warga Palestina di Kota Tua Hebron diganggu setiap hari oleh pemukim ilegal dan tentara pendudukan yang bertujuan untuk memaksa mereka keluar dari rumah mereka untuk mendirikan pemukiman ilegal khusus Yahudi di daerah tersebut.

Gerakan hak asasi manusia Israel Peace Now memperkirakan bahwa sekitar 666.000 pemukim tinggal di 145 pemukiman besar dan 140 pos terdepan di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.

Baca Juga: Tak Laku di Chelsea, Timo Werner Balik ke RB Leipzig?

Hukum internasional menganggap Tepi Barat dan Yerusalem sebagai "wilayah pendudukan", dan semua aktivitas pemukiman di sana ilegal. Israel, bagaimanapun, membedakan antara pos-pos dan pemukiman yang mengklaim yang terakhir sebagai bentuk legal dari penjajahan.***

Halaman:

Editor: Alibas

Sumber: Middle East Monitor

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPN: Nama Bahtiar tertinggi Untuk Pj. Gubernur DKI

Rabu, 5 Oktober 2022 | 14:02 WIB

AC Milan Berpeluang Dapatin Ronaldo

Kamis, 29 September 2022 | 09:57 WIB

Ogah Sahkan RUU Perampasan Aset, Publik: DPR Sontoloyo

Jumat, 23 September 2022 | 02:22 WIB
X