• Kamis, 6 Oktober 2022

Tanpa Solidaritas Antargenerasi, Perlindungan Anak dari Rokok Tidak Optimal

- Senin, 15 Agustus 2022 | 09:34 WIB
Ilustrasi penghancuran rokok (Dw)
Ilustrasi penghancuran rokok (Dw)

KATA LOGIKA - Hari Remaja Internasional atau dikenal sebagai International Youth Day, diperingati setiap tanggal 12 Agustus. Ide hari peringatan ini diusulkan para pemuda yang berkmpul di Wina, Austria, untuk sesi pertama World Youth Forum of the United Nations System.

Forum lalu merekomendasikan untuk menetapkan Hari Remaja Internasional, khususnya guna mendukung Dana Pemuda PBB dalam kemitraan dengan organisasi pemuda. Lalu, berdasarkan rekomendasi hasil World Conference of Ministers Responsible for Youth pada 8-12 Agustus 1998 di Lisbon, akhirnya Majelis Umum PBB mengesahkan Hari Remaja Internasional dalam resolusi 54/120 Tahun 1999,

Pengesahan Hari Remaja Internasional sebagai bentuk pengakuan atas peran remaja, sebagai mitra penting dalam menemukan solusi membangun perdamaian dan melawan ekstremisme, seperti yang ada dalam Resolusi Dewan Keamanan 2250 tentang pemuda, perdamaian dan keamanan.

Baca Juga: Rokok Rusak Generasi Bangsa, Industri Tembakau Diminta Bertanggung Jawab

Setiap tahunnya tema peringatan Hari Remaja Internasional berbeda-beda. Pada 2021 lalu temanya adalah "Transforming Food Systems: Youth Innovation for Human and Planetary Health” atau ajakan mengubah sistem pangan, inovasi sebagai remaja untuk kesehatan manusia dan bumi. Tahun ini tema yang diusung “Solidaritas Antargenerasi: Menciptakan Dunia untuk Segala Usia”, mengandung arti pentingnya solidaritas antargenerasi untuk menghadapi segala isu global, khususnya berbagai hambatan yang masih dirasakan kaum muda. Seperti dilansir dalam catatan PBB, berbagai hambatan seperti kesehatan, pekerjaan, mendapatkan keadilan, hingga partisipasi politik, masih menjadi permasalahan kaum muda.

Di bidang kesehatan, WHO pada awal 2020 mencatat sejumlah tantangan kesehatan global, mulai dari perubahan iklim dan cuaca ekstrem, layanan di wilayah konflik, perbaikan layanan kesehatan, hingga melindungi masyarakat dari produk berbahaya, dimana WHO secara khusus menyoroti persoalan konsumsi rokok (konvensional) serta rokok elektronik atau vape yang mulai digandrungi.

Dalam situs resmi WHO disebutkan bahwa semua tantangan dalam daftar ini membutuhkan respons tidak hanya dari sektor kesehatan, karena kita menghadapi ancaman yang sama dan harus memiliki tanggung jawab bersama untuk bertindak.

Baca Juga: Denny Siregar Tolak Jabatan Komisaris dari Erick Thohir

Ajakan WHO untuk bersama-sama bertanggung jawab dan bertindak menghadapi tantangan kesehatan global sangat sejalan dengan tema peringatan Hari Remaja Internasional tahun ini. Dimana solidaritas antargenerasi sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan kesehatan global remaja, khususnya persoalan konsumsi rokok elektronik yang belakangan sangat populer.

Rokok elektronik dinarasikan sebagai alternatif sehat dari rokok konvensional karena mengandung nikotin rendah. Tak ayal, hasil survei Global Penggunaan Tembakau Pada Masyarakat Indonesia tahun 2021(GATS) menunjukkan konsumsi rokok elektronik meningkat 10 kali lipat, dari 0,3 persen pada 2011, menjadi 3 persen pada 2021.

Halaman:

Editor: Alibas

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPN: Nama Bahtiar tertinggi Untuk Pj. Gubernur DKI

Rabu, 5 Oktober 2022 | 14:02 WIB

AC Milan Berpeluang Dapatin Ronaldo

Kamis, 29 September 2022 | 09:57 WIB
X