• Kamis, 6 Oktober 2022

Gencatan Senjata Hentikan Bentrok antara Kirgistan dan Tajikistan

- Senin, 19 September 2022 | 15:46 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan Presiden Tajikistan Emomali Rahmon (kanan) menghadiri KTT Organisasi Kerjasama Shanghai di Samarkand, Uzbekistan, pada hari Jumat. Moskow telah menyerukan penghentian pertempuran antara Tajikistan dan Kirgistan (UPI)
Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan Presiden Tajikistan Emomali Rahmon (kanan) menghadiri KTT Organisasi Kerjasama Shanghai di Samarkand, Uzbekistan, pada hari Jumat. Moskow telah menyerukan penghentian pertempuran antara Tajikistan dan Kirgistan (UPI)

KATA LOGIKA - Gencatan senjata antara Kirgistan dan Tajikistan diadakan pada Minggu (18/09) meskipun terjadi penembakan sporadis, sehari setelah pertempuran sengit antara bekas republik Soviet yang menewaskan puluhan orang.

Radio Free Europe/Radio Liberty melaporkan bahwa penjaga perbatasan Tajik mengatakan situasi antara tetangga Asia Tengah itu "relatif stabil,".

Ketenangan terlihat jelas pada Sabtu malam hingga pagi hari menyusul putaran negosiasi yang intens antara pejabat keamanan dari Kirgistan dan Tajikistan, menurut Eurasianet, sebuah organisasi berita independen yang berbasis di AS.

Baca Juga: Hati-hati! Penderita Covid-19 Beresiko Terjangkit Penyakit Alzheimer

Namun, kedua belah pihak menuduh pihak lain melakukan pelanggaran gencatan senjata. Penjaga perbatasan Taj mengatakan tentara Kirgistan telah melanggarnya, sementara penjaga perbatasan Kirgistan mengatakan sebuah desa ditembaki sebentar, kata laporan itu.

Kedua negara telah bentrok karena sengketa perbatasan dalam seminggu terakhir, dengan personel perbatasan Kirgistan menuduh pasukan Tajik menggunakan tank, pengangkut personel lapis baja, dan mortir. Tajikistan mengatakan bahwa pasukan Kirgistan membom sebuah pos terdepan dan tujuh desa.

Kirgistan melaporkan 24 kematian dan 87 terluka. Rumah sakit dan kliniknya telah merawat 103 orang, kata pihak berwenang.

Baca Juga: Barcelona Lirik Gelandang Bertahan Chelsea

Pejabat Tajik melaporkan bahwa 23 warga sipil dan delapan personel militer tewas sejak 14 September.

Halaman:

Editor: Alibas

Sumber: upi.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPN: Nama Bahtiar tertinggi Untuk Pj. Gubernur DKI

Rabu, 5 Oktober 2022 | 14:02 WIB

AC Milan Berpeluang Dapatin Ronaldo

Kamis, 29 September 2022 | 09:57 WIB

Ogah Sahkan RUU Perampasan Aset, Publik: DPR Sontoloyo

Jumat, 23 September 2022 | 02:22 WIB
X