• Kamis, 6 Oktober 2022

Pinjaman Online: Anugerah Atau Musibah?

- Selasa, 20 September 2022 | 16:13 WIB
ilustrasi uang (iInstagram.com/ksp_sejahtera_bersama27)
ilustrasi uang (iInstagram.com/ksp_sejahtera_bersama27)

KATALOGIKA - Mengunjungi halaman Artikel DJKN Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kanwil Jawa Barat, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, berjudul "Menyikapi Pinjaman Online Anugerah Atau Musibah". Indonesia tempo dulu masyarakatnya sangat sulit mendapatkan pinjaman dan dana permodalan, sedangkan di zaman teknologi Indonesia masa kini, segala sesuatu menjadi lebih mudah.

Kehadiran industri fintech dalam menawarkan produk keuangan berbasis digital seakan membuka pintu baru bagi masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman. Adanya platform penyedia jasa pinjaman secara digital atau biasa disebut pinjaman online (pinjol), berbanding terbalik dengan layanan pinjaman konvensional yang ditawarkan bank atau koperasi, berbagai fintech menawarkan produk pinjaman peer to peer lending (P2P Lending) atau pinjaman online yang dapat diajukan dengan sangat mudah dan tanpa persyaratan yang rumit.

Cukup dengan menunjukkan dokumen pribadi, seperti, KTP, KK, NPWP, dan slip gaji, siapa saja dapat menjadi pengguna pinjaman online agar menuntaskan berbagai problema keuangan yang dihadapi.

Baca Juga: Gagal Jadi Menteri, Najwa Shihab Musuhi Kabinet Jokowi

Karena kemudahan dan kecepatannya itulah, fintech menjadi sangat populer dan diprediksi akan terus berkembang. Akan tetapi karena kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan ini telah menjadikan tidak sedikit nya orang yang memanfaatkan produk pinjaman online ini dengan tidak bijak.

Membangkitkan pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 saat ini berdampak serius pada aktivitas ekonomi nasional, dan menjadi konsentrasi penuh pemerintah sekarang. Pemerintah berupaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan penguatan daya beli masyarakat melalui penguatan perlindungan sosial dan dukungan terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online tentunya bukanlah merupakan hal yang buruk dan menakutkan yang harus dijauhi.

Tujuan fintech sebenarnya sangat baik yaitu untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses produk-produk keuangan dan menyederhanakan proses transaksi, dengan penggunaan teknologi. Fintech juga membantu untuk meningkatkan dan mengakselerasi perbankan melalui kolaborasi dan kemitraan, serta menawarkan model bisnis dan alternatif solusi yang dapat membantu pemerintah dan institusi finansial lainnya untuk memperluas jangkauan pemberian layanan finansial yang memadai. Salah satu sisi positif dari keberadaan fintech adalah tentunya yang akan dapat membantu dalam permodalan, khususnya untuk menggerakkan kemudahan UMKM dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan finansial.

Baca Juga: Kasus Kematian Akibat Covid-19 Mulai Menurun di Seluruh Dunia

Tentunya agar bisa memanfaatkan dan mendapatkan keuntungan dari fintech, masyarakatlah yang seharusnya bijak dalam penggunaan platform ini. Kenapa menentukan tujuan keuangan itu penting sehingga dapat terhindar dari hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun keluarga? Karena telah banyak orang yang salah kaprah menggunakan pinjaman online untuk menutupi biaya utang sebelumnya.

Halaman:

Editor: Alibas

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPN: Nama Bahtiar tertinggi Untuk Pj. Gubernur DKI

Rabu, 5 Oktober 2022 | 14:02 WIB

AC Milan Berpeluang Dapatin Ronaldo

Kamis, 29 September 2022 | 09:57 WIB

Ogah Sahkan RUU Perampasan Aset, Publik: DPR Sontoloyo

Jumat, 23 September 2022 | 02:22 WIB
X