• Selasa, 29 November 2022

KPN: Nama Bahtiar tertinggi Untuk Pj. Gubernur DKI

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 14:02 WIB
Pemprov DKI berharap kebijakan ini seiring dengan program Jakarta Langit Biru guna terciptanya kualitas udara yang laik. (instagram.com/ei_naragata)
Pemprov DKI berharap kebijakan ini seiring dengan program Jakarta Langit Biru guna terciptanya kualitas udara yang laik. (instagram.com/ei_naragata)

KATA LOGIKA - Berakhirnya massa jabatan Gubernur DKI Jakarta 16 Oktober 2022, Lembaga survei Kajian Politik Nasional (KPN) baru saja merilis hasil survei kandidat yang dianggap layak menggantikan Anies hingga 2024 mendatang.

Ada tiga nama yang muncul yakni Sekda DKI Jakarta Marullah Matali, Kepala Sekretariat Presiden (KSP) Heru Budi Hartono serta Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar.

Survei dilakukan dari tanggal 20-24 September 2022 dengan populasi survei adalah masyarakat DKI Jakarta. Metode penarikan sampel yakni multistage random sampling dengan jumlah responden: 600 responden dengan margin of error +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Baca Juga: Lewat Integrated Farming, Peternak Binaan Baznas Untung Puluhan Juta Rupiah

Sampel error 160 responden wawancara penelitian ini dilakukan melalui sambungan telepon dan pengisian kuesionerdigital kepada responden. Sejumlah pertanyaan diajukan. Salah satunya adalah kriteria kandidat Pj Gubernur. Kemudian munculah bahwa kriteria netral dari kepentingan politik dan netral dari polarisasi politik masa lalu menjadi salah satu pilihan teratas.

Seiring dengan kriteria di atas, maka nama Bahtiar lebih diinginkan oleh masyarakat sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta dengan persentase 38 persen, disusul Marullah sebanyak 23 persen, lalu 7 persen berikutnya diraih oleh Heru Budi. Sementara sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.

Begitu juga ketika responden mendapat pertanyaan bila diberi suara untuk memilih penjabat, kepada siapa pilihan akan dijatuhkan, masyarakat masih konsisten menjawab Bahtiar pada posisi teratas dengan persentase 42 persen disusul Marullah 26 persen. Ada pun Heru Budi tetap 7 persen. Sementara sisanya tidak menjawab atau tidak tahu.

Baca Juga: Presiden FIFA Gianni Infantino: Kami Bersama Rakyat Indonesia

Direktur Eksekutif KPN Adib Miftahul menjelaskan, kata kunci dari pilihan masyarakat DKI Jakarta terhadap Pj Gubernur DKI Jakarta adalah netralitas dari kepentingan politik. Ini dengan dibuktikan persentase pilihan hingga 26 persen dan netralisasi dari masa lalu sebanyak 12 persen.

Halaman:

Editor: Alibas

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hore, UMP DKI Jakarta 2023 Naik Rp 4,9 Juta

Senin, 28 November 2022 | 16:56 WIB

Refly Harun: KPU Tak Bisa Tegur Anies Berkampanye

Kamis, 24 November 2022 | 20:04 WIB

Gun Romli: Istilah Kadrun Cocok Bagi Pemuja Arab

Rabu, 23 November 2022 | 20:38 WIB
X