• Kamis, 6 Oktober 2022

Gegara Ini Amerika Serikat Berkuasa Cetak Uang Kertas Tanpa Jaminan Emas

- Rabu, 8 Juni 2022 | 15:23 WIB
Ilustrasi uang dolar (Cermati)
Ilustrasi uang dolar (Cermati)

KATA LOGIKA - Dengan bermodalkan kertas dan kepercayaan dunia (negara-negara sekutu) karena menang dalam perang dunia ke-2, Negara Amerika bisa produksi cetak uang kertas, serta mampu memberikan pinjaman kepada negara-negara di seluruh dunia sebesar berapapun nilainya (unlimited), yang dimaksud kertas disini adalah uang kertas Dollar (fiat) tanpa jaminan emas milik AS sendiri.

Perlu diketahui bahwa era awal untuk membuat mata uang dimasing-masing negara selalu dijaminkan dengan fisik emas (1819-1930).

Dalam Perjanjian Bretton Woods (Bretton Woods System) menetapkan emas sebagai standar 'nilai tukar tetap' internasional, yang diselenggarakan pada tahun 1944 di New Hampshire As , dihadiri oleh 730 delegasi dari 44 Negara negara sekutu yang merupakan cikal bakal pembentukan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, untuk pinjaman yang dapat untuk membiayai rekonstruksi dan pembangunan (IBRD) di masing-masing negara yang membutuhkan, hal ini menciptakan stabilitas yang sangat dibutuhkan pada saat terbentuknya.

Baca Juga: Manchester City Incar Bek Juvetus De Ligt

Pada awalnya untuk mencetak uang 35 dollar yang dicetak harus diimbangi dengan keberadaan fisik 1 ounce emas (31,1034768 gram).

Dengan berjalannya waktu, dalam Perjanjian Smithsonian pada Desember 1971 membuka jalan untuk mata uang dollar amerika, karena negara-negara industri (G-10) Amerika Serikat, Belanda, Jepang, Swedia, Italia, Jerman Barat, Inggris, Belgia, Perancis dan Kanada mematok mata uang mereka ke dollar amerika. Presiden AS, Richard Nixon berhenti mengijinkan Bank Sentral asing menukar dollar AS dengan emas.

Pada Tahun 1974, Presiden AS, Richard Nixon menyatakan bukan emas lagi yang menjadi standar tetapi yang menjadi standar adalah mata uang Dollar AS (fiat), untuk memperbaiki perekonomian Amerika yang saat itu sedang hancur akibat kalah perang dengan Vitenam dan hal inipun mendapat persetujuan dari negara-negara sekutu AS. Keputusan sepihak ini dikenal dengan nama Nixon Shock (Guncangan Nixon).

Baca Juga: Anggap Erick Kompetitor Terberat, Anies Rela Tidak Disponsori BUMN

Amerika Serikat sampai sekarang terus berupaya agar nilai uang kertas dollar (fiat) menjadi standar nilai tukar tetap diseluruh dunia dengan segala cara dan upaya mereka, entah itu melalui pemberian berupa pinjaman-pinjaman, jual-beli produk, provokasi, invansi militer, politik, dll, karena cadangan emas Amerika tidak cukup sebagai penjamin mata uang kertas yang mereka cetak.

Halaman:

Editor: Alibas

Sumber: dailymail

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Miris, Tentara Turki Tewas di Irak Utara

Senin, 3 Oktober 2022 | 14:13 WIB

Pemerintah Arab Saudi Putuskan Perempuan Bebas Hijab

Rabu, 28 September 2022 | 17:24 WIB

Aljazair Dorong Palestina Jadi Anggota Penuh PBB

Rabu, 28 September 2022 | 15:39 WIB

AS Cetak Rekor Ekspor Produk Minyak Olahan

Selasa, 27 September 2022 | 10:11 WIB

Menlu Kanada Sebut Invasi Rusia ke Ukraina Tak Masuk Akal

Selasa, 27 September 2022 | 10:06 WIB

Israel Gagal Kirim Senjata, Presiden Ukraina Kaget

Senin, 26 September 2022 | 16:53 WIB

Rusia Klaim Serang Ukraina Gegara Terpaksa

Senin, 26 September 2022 | 08:39 WIB

Korea Utara Bantah Jual Roket ke Rusia

Sabtu, 24 September 2022 | 16:06 WIB

Mengapa Iran Sering Eksekusi Mati Wanita Dibanding Pria

Selasa, 20 September 2022 | 00:20 WIB

Bahrain Laporkan Kasus Pertama Cacar Monyet

Minggu, 18 September 2022 | 09:49 WIB
X