• Senin, 15 Agustus 2022

Perdamaian Rusia Ukraina Di Tangan Presiden Jokowi

- Minggu, 26 Juni 2022 | 13:47 WIB
Kehadiran Indonesia di antara dua negara bertikai laksana air di tengah rasa dahaga. Bagi Zelensky, Jokowi adalah kesempatan menyelamatkan muka dari kekalahan. (@jokowi)
Kehadiran Indonesia di antara dua negara bertikai laksana air di tengah rasa dahaga. Bagi Zelensky, Jokowi adalah kesempatan menyelamatkan muka dari kekalahan. (@jokowi)

EDITORIAL KATA LOGIKA - Monumental, inilah kata yang tepat mengawali perjalanan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ke beberapa negara (26/6).

Monumental karena Presiden Jokowi membawa misi dan harapan besar masyarakat dunia, yakni perdamaian konflik Rusia dan Ukraina setelah berbulan-bulan.

Kedatangan Jokowi menemui Presiden Ukraina Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin, bukan tanpa hitungan. Karena di tangan Jokowi, perdamaian dua negara dari satu rahim itu akan terwujud.

Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina Ancam Ketersediaan Pangan di Afrika

Kehadiran Indonesia di antara dua negara bertikai laksana air di tengah rasa dahaga. Bagi Zelensky, Jokowi adalah kesempatan menyelamatkan muka dari kekalahan.

Sedangkan bagi Putin, sosok Jokowi yang dianggap netral akan menyelamatkan Rusia dari desakan situasi untuk menguasai Ukraina secara de facto.

Di atas kertas, Ukraina sudah kalah. Harapan Zelensky pada NATO pupus. Lagi pula, negara mana yang ingin berhadapan dengan pemilik hulu ledak nuklir.

Posisi Zelensky sudah terpojok. Ukraina butuh negara yang mampu menyelamatkan muka dari kekalahan. Negara itu bukan dari Benua Eropa dan Amerika, bukan pula dari Asia Selatan (India) atau Asia Timur (China). Negara itu adalah Indonesia.

Baca Juga: Joko Widodo Undang Presiden Ukraina serta Presiden Rusia di G20

Sebagai Pimpinan Presidensi Group of 20 (G20) dan tuan rumah G20, menempatkan Indonesia pada posisi yang tepat sebagai jalan keluar bagi Ukraina.

Halaman:

Editor: Ade Kurniawan

Sumber: KATA LOGIKA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sudan: Puluhan Mayat Ditemukan di Perbatasan Libya

Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:01 WIB

Israel Akui Pembantaian Kafr Qasem Telah Direncanakan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 06:27 WIB

Mesir Tampung Sembilan Juta Migran dari 130 Negara

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:20 WIB
X