AS Klaim Sita Ribuan Senapan AK-47 Milik Iran

- Kamis, 12 Januari 2023 | 15:38 WIB
Tentara AS berjalan saat berpatroli di ladang minyak Suwaydiyah di provinsi Hasakah timur laut Suriah pada 13 Februari 2021 [DELIL SOULEIMAN/AFP via Getty Images]
Tentara AS berjalan saat berpatroli di ladang minyak Suwaydiyah di provinsi Hasakah timur laut Suriah pada 13 Februari 2021 [DELIL SOULEIMAN/AFP via Getty Images]

KATA LOGIKA - Angkatan Laut AS mengklaim telah menyita lebih dari 2.100 senapan serbu AK-47 di sebuah kapal penangkap ikan di Teluk Oman, yang diperkirakan berasal dari Iran dan ditujukan untuk gerakan Houthi Yaman.

Pengumuman dibuat kemarin tentang penemuan yang dilakukan pada hari Jumat, di mana kapal tersebut ditemukan berlayar di rute yang dikenal sebagai lalu lintas kargo ilegal ke Houthi. Kapal itu dilaporkan diawaki oleh enam warga negara Yaman.

Menurut Angkatan Laut "pasokan langsung atau tidak langsung, penjualan atau transfer senjata ke Houthi melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216 dan hukum internasional." AS saat ini sedang dalam proses memulangkan kapal dan awaknya.

Baca Juga: Kuantitas Pemilih Legislatif di DKI Tahun 2004-2019

“Pengiriman ini merupakan bagian dari pola lanjutan aktivitas destabilisasi dari Iran,” kata Wakil Laksamana Brad Cooper, komandan Komando Pusat Angkatan Laut AS, Armada ke-5 dan Pasukan Maritim Gabungan.

“Ancaman ini menjadi perhatian kami. Kami tetap waspada dalam mendeteksi setiap aktivitas maritim yang menghambat kebebasan navigasi atau membahayakan keamanan regional.”

Ini adalah kapal penangkap ikan ketiga dalam dua bulan terakhir yang dicegat oleh Armada ke-5 yang berbasis di Bahrain. Pada 8 November, Angkatan Laut mencegat lebih dari 70 ton amonium perklorat, pengoksidasi yang biasa digunakan untuk membuat bahan bakar roket dan rudal, serta 100 ton pupuk urea. Pada tanggal 1 Desember lebih dari 50 ton amunisi, sekering dan propelan untuk roket disita.

Baca Juga: Megawati Tegas Tak Ingin Jabatan: Aku Wis Tuwek

Iran telah lama dituduh memberikan dukungan kepada pemerintah de-facto yang berbasis di Sanaa di Yaman, termasuk penyediaan senjata dan pelatihan. Namun, sejauh mana dukungan Teheran untuk Houthi masih diperdebatkan.

Halaman:

Editor: Alibas

Sumber: Middle East Monitor

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Islamophobia Harus Jadi Tindak Pidana

Sabtu, 4 Februari 2023 | 16:36 WIB

Hamas Kutuk Kunjungan Menlu AS ke Israel

Selasa, 31 Januari 2023 | 06:46 WIB

Ratusan Migran Afghanistan Dideportasi Turki

Senin, 30 Januari 2023 | 13:52 WIB

Woww, Tingkat Kemiskinan di Israel Kian Bertambah

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:30 WIB

Dubai Bakal Buat Masjid Cetak 3D Pertama di Dunia

Selasa, 24 Januari 2023 | 14:59 WIB

Pembongkaran Paksa Rumah di Aleppo Tewaskan 16 Jiwa

Selasa, 24 Januari 2023 | 14:54 WIB

Somalia Kutuk Pembakaran Alquran di Swedia

Selasa, 24 Januari 2023 | 14:29 WIB

Somalia Kutuk Pembakaran Alquran di Swedia

Selasa, 24 Januari 2023 | 07:01 WIB

Turki Kutuk Serangan Keji Teroris di Somalia

Sabtu, 21 Januari 2023 | 06:12 WIB
X