• Kamis, 27 Januari 2022

Apa Beda Kata Pinjol dan Lintah Darat, Ini Logika Sri Mulyani

- Jumat, 3 Desember 2021 | 04:33 WIB
Logikanya, kata Menkeu, Pinjol tidak lebih dari lintah darat. “Bedanya hanya aktivitas Fintech Peer to Peer lending. Kalau lintah darat dengan teknologi digital,” ungkap Sri Mulyani. (Kata logika Menkeu Sri Mulyani)
Logikanya, kata Menkeu, Pinjol tidak lebih dari lintah darat. “Bedanya hanya aktivitas Fintech Peer to Peer lending. Kalau lintah darat dengan teknologi digital,” ungkap Sri Mulyani. (Kata logika Menkeu Sri Mulyani)

KATA LOGIKA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengulas antara Pinjaman Online (Pinjol) dan lintah darat. Ia berkata, “Apa bedanya?,” logika Menkeu pun menjawabnya.

Kata Menkeu Sri Mulyani, Pinjol merupakan Fintech Peer to Peer (P2P), logikanya adalah lending illegal atau sama dengan lintah darat dalam konteks rentenir.

Jika kata, 'lending illegal' sama dengan lintah darat, ungkap Sri Mulyani, maka logikanya Pinjol ilegal dan lintah darat tidak ada bedanya.

Baca Juga: Presiden Rayu Basuki Beli Sepatu, Pratikno Menolak

“Hanya saja, lintah darat ini dengan logika teknologi digital. Di ramu dengan skema bunga rendah tapi lengkap dengan penyengsaraan dan teror,” kata dia.

Logikanya, kata Menkeu, Pinjol tidak lebih dari lintah darat. “Bedanya hanya aktivitas Fintech Peer to Peer lending. Kalau lintah darat dengan teknologi digital,” ungkap Sri Mulyani.

Menkeu menilai, berkembangnya sistim Pinjol di Tanah Air telah banyak memakan korban. Mengapa? karena perkembangan teknologi digital tidak seiring dengan tingkat pengetahuan masyarakat.

Baca Juga: PUPR Bangun 66 Jembatan Gantung Menjamin Konektivitas Antar Desa

Literasi masyarakat seputar pengelolaan uang, termasuk pinjaman diakuinya sangat minim, “Data terakhir 2019, tingkat literasi keuangan di Indonesia hanya 38,03 persen,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Ade Kurniawan

Sumber: Kemenkeu RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X