• Kamis, 6 Oktober 2022

Menikah di Usia Muda Bukan Tanpa Resiko, Perhatikan Catatan Ini

- Minggu, 19 Desember 2021 | 07:40 WIB
Menikah di usia muda di banyak negara di Asia adalah lumrah. Umumnya terjadi pada kalangan masyarakat tradisional yang masih memegang adat atau keyakinan tertentu. (Pasangan pernikahan usia muda.)
Menikah di usia muda di banyak negara di Asia adalah lumrah. Umumnya terjadi pada kalangan masyarakat tradisional yang masih memegang adat atau keyakinan tertentu. (Pasangan pernikahan usia muda.)



KATA LOGIKA - Memutuskan menikah di usia muda bukan tanpa risiko masalah, tapi ada beberapa catatan penting yang harus kamu ketahui sebelum melangkah.

risiko menikah usia muda masih kerap kita jumpai. Umumnya terjadi di kalangan masyarakat tradisional yang masih memegang adat atau keyakinan tertentu.

Namun melangkah ke jenjang pernikahan di usia muda, bukan tanpa resiko. Perhitungan yang matang saat menjalani kehidupan dengan perkembangan mental dan wawasan jadi salah satu yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Manfaat Minyak Kelapa Bagi Kesehatan Tubuh


Perkawinan di usia muda biasa dilakukan sebelum mencapai usia 18 tahun. Hal ini umumnya terjadi karena faktor budaya, sosial, ekonomi.

Tapi orang tua zaman sekarang, banyak yang menjadikan anak sebagai aset pekerjaan atau menjadikan anak sebagai alat bekerja untuk menafkahi orang tuanya. Bahkan pasca menikah, anak tetap bertanggung jawab untuk membantu adik dan keluarga sehari-hari.

Seorang psikolog yang menyebutkan bahwa pernikahan tidak menyehatkan, baik fisik atau psikis.

Baca Juga: Empat Bahan Alami Menumbuhkan Rambut, Pertama Mudah Didapat di Rumah

Vice President Of Live Operation Division Sequis Eko Sumirat mengatakan, salah satu upaya untuk mendukung pembangunan Indonesia adalah mencegah terjadinya perkawinan usia muda.

Banyak contoh kasus yang bisa kita lihat, terang Eko, ada siswi yang hamil di luar nikah, “Lalu pernikahan di usia muda akhirnya terjadi,” ujarnya.

Pernikahan ini, bukan tanpa efek, “Ada trauma dan krisis percaya diri, yang terjadi,” jelas Eko. Emosi seorang anak tidak berkembang dengan matang. Kepribadian cenderung tertutup, mudah marah, dan putus asa.

Baca Juga: Pesona Pantai Pasir Putih Urung dan Biota Laut Kabupaten Majene

“Seorang anak belum siap untuk menjadi pasangan seksual, dan belum siap menjadi ibu rumah tangga akan berdampak saat ia mengarungi bahtera rumah tangga,” ungkap Eko.

Dampak lain adalah memecahkan masalah, gangguan kognitif, serta gangguan pikiran yang harus menafkahi keluarga di usia yang sangat muda.

“Dampak dan resiko harus sebelum menikah. Putuskan dengan meminta banyak saran dan pertimbangan keluarga dan orang terpercaya. Karena sekali melangkah, banyak yang dipertaruhkan,” ungkap Eko.***

 

Editor: Ade Kurniawan

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

YOU Beuaty Luncurkan Amino Low pH Cleansing Mousse

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:33 WIB

Pertama di Indonesia, YOU Beauty Luncurkan NFT Art

Jumat, 30 September 2022 | 22:55 WIB

Film The Woman King Puncaki Daftar Box Office Amerika

Senin, 19 September 2022 | 06:53 WIB
X