Tiga Amalan Ketatan yang Dirindukan Surga

- Rabu, 1 Maret 2023 | 12:15 WIB
Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki segudang khasiat dan fadilah untuk yang mengamalkannya. (Kemuliaan Sholawat pada Nabi Muhammad SAW.)
Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki segudang khasiat dan fadilah untuk yang mengamalkannya. (Kemuliaan Sholawat pada Nabi Muhammad SAW.)

KATA LOGIKA - Dalam sebuah pesan Nabi Saw Kullu Ummatin Yadkhuluuna al Jannah (setiap, atau semua umatku bakal masuk surga). Illaa man abaa (kecuali orang yang enggan masuk surga).

Hadis ini adalah gambaran bahwa ada diantara umatnya Nabi yang tidak ingin menikmati dan merasakan surga, padahal Nabi katakan semuanya bakal masuk surga.

Lalu, para sahabat kaget dan penasaran untuk bertanya pada Nabi "Wa man Ya’ba Yaa rasulallah" (itu siapa, kok mereka enggak mau masuk surga). Dengan nada agak heran bertanya pada Nabi.

Baca Juga: Revolusi Industri 4.0 Tingkatkan Mobilitas Pekerjaan

Lalu Nabi Saw menjawab.

Man Atha’anii dakhala al Jannah, (siapapun orangnya, diantara umatku yang taat, patuh terhadap ajaran dan syariatku, maka itulah yang bakal masuk surga).
Tapi, wa man ‘ashaanii, faqad abaa (siapa yang berat hati menjalankan syariatku, kehidupannya jauh dari ajaran dan sunnahku, entah begitu sulit menjalankan perintah Allah, itulah ciri umatku, yang enggak mau masuk surga).

Lalu apa amalan yang memudahkan masuk surga yang dianggap mengikuti Nabi? dalam riwayat Imam Ahmad Nabi Saw memberikan tips setidaknya ada dua hal:
Pertama, afsyu salam (sebarkanlah salam atau rasa perdamaian pada sesama). Ajaran utama Rasulullah atau Islam itu adalah salam (kedamaian dan keselamatan). Misalnya Nabi menganjurkan kalau hendak bertemu seseorang di jalan, ucapkanlah salam (taqraau salam ). Assalamu Alaikum.

Hakikatnya, bukan persoalan mengucapkan salam yang ingin dipesankan Nabi, tapi cara itu, agar diantara sesama, kita saling menyapa, kita berkomunikasi, kita memulai obrolan jika hendak bertemu di jalan.

Baca Juga: Sido Muncul Raih Sistem Manajemen Energi ISO 50001:2018

Usai sholat kita menutupnya dengan salam (asslamu alaikum) nengok ke kanan dan kiri. Itu artinya, jika engkau sudah mensucikan Allah dalam sholatmu, maka jangan lagi merasa paling suci, paling mulia dari orang lain.

Kedua, Wa athiumu thaaam (berilah makan pada sesama).

Ajaran Rasulullah sangat peduli pada sesama dengan cara berbagi. Adanya zakat,sedekah atau infaq karena Islam mendidik kita agar tidak menjadi orang yang rakus, dan pelit.

Islam mendidik, agar orang kaya itu tidak merasa bahwa hartanya adalah miliknya, maka ada kewajiban zakat untuk dikeluarkan.

Baca Juga: Perilaku Oknum Keluarga dan Pejabat DJP Melukai Rasa Keadilan Masyarakat

Halaman:

Editor: Alibas

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tiga Amalan Ketatan yang Dirindukan Surga

Rabu, 1 Maret 2023 | 12:15 WIB

Sederet Peristiwa Sejarah 10 Oktober

Senin, 10 Oktober 2022 | 20:13 WIB

Antara Filsafat, Tuhan, dan Iman

Minggu, 9 Oktober 2022 | 06:42 WIB

Pemahaman Sebenarnya Tentang Keluarga di Indonesia

Minggu, 17 Juli 2022 | 09:06 WIB
X