Kesadaran Eksistensial Berindonesia

- Jumat, 3 Juni 2022 | 22:10 WIB
Ilustrasi wilayah Indonesia (foto: istock)
Ilustrasi wilayah Indonesia (foto: istock)

KATA LOGIKA - “Bangsa itu adalah suatu persatuan perangai yang terjadi dari persatuan hal ihwal yang telah dijalani oleh rakyat itu,” ~Otto Bauer

Sebagai sebuah negara-bangsa (nation-state), Indonesia yang ditetapkan untuk diucapkan oleh satu suku, agama, keyakinan, dan kebudayaan tertentu.

Namun, di dalamnya bermacam-macam entitas kebudayaan, keagamaan, keyakinan, dan kesukuan dalam satu bangsa. Oleh karena itu, tidak ada satu orang pun, di republik ini, dapat mengklaim paling berhak dan merasa paling menghargai Indonesia.

Siapa pun ia, apa pun latar belakangnya, pribumi bukan pribumi, selamat ia ber-NIK Indonesia, maka ia adalah warga negara sah republik ini. memilikinya, memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama dengan yang lain berdasarkan amanat konstitusi negara.

Kesadaran seperti ini, pertama-tama harus diterima, lalu diterima secara insyaf oleh seluruh warga negara Indonesia. Berindonesia berarti, terlahir dari suku Bali, tapi pada saat yang sama kita merasa bagian dari kesuluruhan suku-suku.

Dengan demikian, kesadaran kita adalah suku Bali mengharuskan kita mengakui dan eksis hati pada suku Jawa, Sunda, Bugis, dst., yang juga di Indonesia.

Kesadaran eksistensial Berbangsa

Indonesia adalah sebuah negara yang ditinggali oleh penduduk yang tidak tunggal. Kemerdekaan yang direbut meniscayakan bahwa kita memiliki luas wilayah yang tidak kecil.

Semua orang, dari berbagai latar belakang, mayoritas-minoritas, besar-kecil, tercatat atau tidak dalam buku sejarah bangsa, berkontribusi dalam terciptanya sebuah kemerdekaan sebuah negara, Indonesia.

Sejak awal, para pendiri bangsa sudah memiliki penemuan untuk mendirikan negara sebesar Indonesia, itu adalah permulaan, di mana sumber utamanya adalah kegagalan mengelola Keragaman.

Indonesia sebuah bangsa dari entitas tertentu. Dia juga tidak didirikan dari keyakinan agama tertentu, selain itu dia juga tidak hanya ditopang oleh akar budaya yang sama.

Akan tetapi, Indonesia berdasarkan campuran berbagai elemen Keragaman, dari warga negara berkulit kuning langsat, sawo matang, hingga gelap hitam. Agamanya pun beragam, ada yang monoteis, politeis, hingga yang tidak dapat dipercaya pada roh leluhur.

Kebudayaannya pun tidak sama, setiap daerah hampir memiliki ciri khas kehidupan sosial yang unik dan disajikan oleh bahasa lokal yang identik.

Luas wilayah yang luas, terdiri dari bagian-pecahan daratan yang membentuk gugusan-gugusan pulau, baik kecil dan besar, dan dijembatani lautan, membuat negara ini secara geografis dan demografis tidak seragam. Meski tidak seragam, dia satu. Satu dalam Keragaman dan keragaman dalam kesatuan.

Halaman:

Editor: Alibas

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tiga Amalan Ketatan yang Dirindukan Surga

Rabu, 1 Maret 2023 | 12:15 WIB

Sederet Peristiwa Sejarah 10 Oktober

Senin, 10 Oktober 2022 | 20:13 WIB

Antara Filsafat, Tuhan, dan Iman

Minggu, 9 Oktober 2022 | 06:42 WIB

Pemahaman Sebenarnya Tentang Keluarga di Indonesia

Minggu, 17 Juli 2022 | 09:06 WIB

Kesadaran Eksistensial Berindonesia

Jumat, 3 Juni 2022 | 22:10 WIB
X